Jumat, 06 Februari 2026

TPP Girimulyo Lakukan Monitoring dan Konsolidasi Laporan Keuangan BUMDes Pendoworejo, Tekankan Profesionalisme Pengelolaan Program Ketahanan Pangan

Pendoworejo – TPP Girimulyo dan TAPM Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kegiatan monitoring dan konsolidasi advokasi pembahasan laporan keuangan serta manajemen BUMDes, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pengelola BUMDes, Pemerintah Kalurahan Pendoworejo, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD Kabupaten, Pendamping Desa, serta Pendamping Lokal Desa.

Monitoring dan konsolidasi difokuskan pada pembahasan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan BUMDes, khususnya pada dua unit usaha yang dikelola, yakni Unit Jasa Keuangan dan Unit Ketahanan Pangan. Evaluasi dilakukan terhadap laporan keuangan, tata kelola manajemen, serta sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti, seperti penyusunan dan akreditasi laporan keuangan, manajemen waktu pelaporan, serta penguatan koordinasi antar unsur pengelola.


Ketua BUMDes Kalurahan Pendoworejo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan internal, terutama dalam menghadapi kewajiban penyusunan laporan keuangan tahunan.

“Memasuki bulan Februari 2026, kami wajib menyelesaikan laporan keuangan BUMDes Tahun 2025. Melalui monitoring dan konsolidasi ini, kami mendapat banyak masukan untuk memperbaiki sistem pencatatan dan manajemen agar lebih tertib dan akuntabel,” ujarnya.

Selain membahas aspek administrasi dan keuangan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola BUMDes agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Perwakilan Pemerintah Kalurahan Pendoworejo menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran BUMDes sebagai aset kalurahan.

“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban BUMDes. Harapannya, unit-unit usaha yang dikelola dapat memberikan kontribusi optimal sebagai sumber pendapatan dan bagi hasil bagi Kalurahan Pendoworejo,” jelasnya.

Monitoring, konsolidasi, dan advokasi ini sekaligus menjadi tahapan evaluasi terhadap kinerja unit usaha BUMDes ke depan, sehingga pengelolaan BUMDes diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.(endro)

Selasa, 03 Februari 2026

BUMDesa Karya Binangun Jaya Ngentakrejo Lendah Tunjukkan Kinerja Melesat, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Kulon Progo — Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Karya Binangun Jaya Desa Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, DIY, terus menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan sebagai motor penggerak perekonomian desa. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, BUMDesa ini berhasil meningkatkan kesejahteraan warga melalui tiga unit usaha utama, yakni Jasa Keuangan, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan.

Direktur BUMDesa Karya Binangun Jaya, Samiyati, SE, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh pengelola serta dukungan penuh dari pemerintah kalurahan dan masyarakat.

“Kami berkomitmen menjalankan BUMDesa secara profesional, terbuka, dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Oleh karena itu, setiap unit usaha kami kelola dengan prinsip kehati-hatian dan orientasi kebermanfaatan bagi warga,” ujar Samiyati.

Penguatan organisasi menjadi fondasi utama keberhasilan BUMDesa. Struktur kelembagaan yang solid, terdiri dari unsur Penasehat, Pengawas, dan Pengelola, dengan total 11 orang pengelola, memungkinkan pembagian tugas yang jelas dan terukur. Unit Jasa Keuangan dikelola oleh 3 orang, Unit Perdagangan 6 orang, dan Unit Ketahanan Pangan 2 orang.

Pada Unit Jasa Keuangan, hingga akhir tahun 2025 tercatat 492 nasabah kredit dengan total pinjaman beredar sebesar Rp 6,39 miliar. Sementara dana tabungan masyarakat mencapai Rp 4,47 miliar dengan 1.892 rekening tabungan. Secara keuangan, total aset BUMDesa tahun 2025 mencapai Rp 7,88 miliar, naik 7,92 persen dibanding tahun 2024, dengan laba bersih sebesar Rp 605,75 juta, atau meningkat 12,39 persen.

“Pertumbuhan aset dan laba ini menjadi indikator bahwa model usaha yang kami jalankan berada pada jalur yang sehat. Namun yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambah Samiyati.

BUMDesa juga secara konsisten menyumbang pendapatan bagi Pemerintah Kalurahan. Hingga tahun 2025, total setoran bagi hasil telah mencapai Rp 2,75 miliar, dengan tren kontribusi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Lurah Kalurahan Ngentakrejo, Sumardi, mengapresiasi kinerja BUMDesa Karya Binangun Jaya yang dinilainya telah menjadi tulang punggung ekonomi desa dan contoh pengelolaan BUMDesa yang baik.

“BUMDesa Karya Binangun Jaya telah membuktikan bahwa jika dikelola secara profesional dan transparan, BUMDesa mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Kalurahan,” kata Sumardi.

Menurutnya, keberadaan Unit Perdagangan yang mengelola toko desa dan Unit Ketahanan Pangan dengan usaha peternakan kambing Boer menunjukkan bahwa BUMDesa tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan desa.

“Pemerintah Kalurahan akan terus memberikan dukungan kebijakan dan pengawasan agar BUMDesa tetap tumbuh sehat, inovatif, dan berkelanjutan,” tegas Sumardi.

Dengan penerapan tata kelola kredit yang sehat, inovasi usaha yang berkelanjutan, serta dukungan kuat dari pemerintah kalurahan dan masyarakat, BUMDesa Karya Binangun Jaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai pilar kemandirian ekonomi Desa Ngentakrejo yang modern, dipercaya, dan berorientasi jangka panjang. (diko dkk)

Kalurahan Gotakan Laporkan LPJ APBKal 2025

Pawarto, Gotakan — Pemerintah Kalurahan Gotakan menyelenggarakan Musyawarah Kalurahan dalam rangka penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) Tahun Anggaran 2025, Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini digelar di balai kalurahan dengan suasana tertib, partisipatif, dan penuh semangat kebersamaan.

Musyawarah dihadiri oleh Pendamping Desa, Ketua Bamuskal Gotakan Tuwon Esmarjanto beserta anggota, Lurah Gotakan Raden Redy Hartanto, B.Sc., S.E., pamong kalurahan, tuwanggono, tokoh masyarakat, serta Direktur BUM Desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan kalurahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Dalam forum musyawarah, Lurah Gotakan Raden Redy Hartanto, B.Sc., S.E. memaparkan secara rinci realisasi pendapatan dan belanja APBKal Tahun 2025. Total pendapatan anggaran sebesar Rp1.874.771.305, dengan realisasi mencapai Rp1.848.045.499. Secara umum, pelaksanaan anggaran berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan, meskipun terdapat beberapa sisa anggaran yang akan dimanfaatkan untuk program lanjutan.



Adapun realisasi belanja berdasarkan bidang adalah sebagai berikut:

  1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan, dengan anggaran Rp940.590.958 dan realisasi Rp863.692.917.

  2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan, dengan anggaran Rp756.205.600 dan realisasi Rp750.136.656.

  3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, dengan anggaran Rp42.271.819 dan realisasi Rp41.996.219.
  4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dengan anggaran Rp20.718.500 dan realisasi Rp20.713.000.

  5. Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak, dengan anggaran Rp14.356.504 dan realisasi Rp10.320.000.

Dari keseluruhan pelaksanaan anggaran tersebut, tercatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silva) sebesar Rp60.504.784. Dana sisa ini direncanakan akan digunakan untuk mendukung pembiayaan kegiatan prioritas pada tahun anggaran berikutnya, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Ketua Bamuskal Gotakan, Tuwon Esmarjanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bamuskal telah mencermati seluruh laporan dan dokumen pendukung secara seksama. Setelah melalui proses pembahasan, klarifikasi, serta diskusi bersama, Bamuskal secara resmi menerima dan menyetujui LPJ APBKal Tahun Anggaran 2025. Ia berharap, ke depan pengelolaan anggaran dapat semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Sementara itu, Lurah Gotakan Raden Redy Hartanto, B.Sc., S.E. mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya Bamuskal dan masyarakat. Ia menegaskan komitmen pemerintah kalurahan untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Gotakan.

Pendamping Desa yang hadir turut memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kalurahan Gotakan yang dinilai mampu mengelola keuangan desa secara tertib administrasi, transparan, dan sesuai regulasi. Ia juga mendorong agar prinsip perencanaan partisipatif dan pengawasan bersama terus diperkuat.

Musyawarah Kalurahan kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Laporan Pertanggungjawaban APBKal Tahun 2025 oleh Lurah Gotakan, Ketua Bamuskal, dan perwakilan peserta musyawarah. Penandatanganan ini menjadi simbol sahnya persetujuan bersama serta komitmen kolektif dalam menjaga tata kelola keuangan desa yang baik.

Dengan terselenggaranya musyawarah ini, Pemerintah Kalurahan Gotakan berharap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan desa semakin meningkat, serta menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan kalurahan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan warga. (hendri)

Kamis, 29 Januari 2026

BUM Desa Tayuban Gelar Muskal Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025

Tayuban — Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tahun Buku 2025 pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Kantor Kalurahan Tayuban. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah kalurahan dan BUM Desa dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi kinerja pengelolaan usaha desa.

Muskal tersebut dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), Lurah Tayuban Abdurahman, Direktur BUM Desa Tayuban Efin Eka Surani, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Eratus Dana Susanta, Suheti dari Jawatan Kemakmuran Kapanewon Panjatan, Pendamping Desa Muhammad Alfian Ardi, Pendamping Lokal Desa (PLD) Nur Fidianto, perangkat kalurahan, pengawas BUM Desa, serta perwakilan tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Lurah Tayuban Abdurahman menegaskan bahwa pertanggungjawaban BUM Desa merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan kalurahan yang baik.

“Musyawarah pertanggungjawaban ini merupakan bentuk komitmen bersama agar BUM Desa dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami berharap BUM Desa Tayuban terus berinovasi dan mengembangkan unit usaha yang produktif serta berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur BUM Desa Tayuban, Efin Eka Surani, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan BUM Desa selama Tahun Buku 2025 yang mencakup aspek administrasi, keuangan, serta pelaksanaan program kerja.

“Secara umum kinerja BUM Desa Tayuban menunjukkan perkembangan yang positif. Namun, kami menyadari masih terdapat tantangan ke depan, terutama dalam penguatan manajemen dan perluasan unit usaha agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Eratus Dana Susanta, dalam arahannya menekankan pentingnya pengelolaan BUM Desa yang sesuai regulasi dan berorientasi pada potensi lokal.

“BUM Desa harus dikelola dengan tata kelola yang baik, didukung sumber daya manusia yang kompeten, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal. Dengan demikian, BUM Desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Pendamping Desa Muhammad Alfian Ardi dan PLD Nur Fidianto turut memberikan masukan teknis terkait penyempurnaan laporan administrasi serta strategi pengembangan usaha ke depan.

“Penguatan kualitas administrasi dan perencanaan usaha sangat penting agar BUM Desa semakin sehat dan berkelanjutan,” ungkap Muhammad Alfian Ardi.
“Kami juga mendorong BUM Desa Tayuban untuk memperkuat jejaring kerja sama serta memanfaatkan peluang usaha berbasis potensi lokal,” tambah Nur Fidianto.

Musyawarah Kalurahan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, serta penetapan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan BUM Desa Tayuban pada tahun berikutnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan BUM Desa semakin akuntabel, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung kemajuan Kalurahan Tayuban. (hendri)

BUMDes Binangun Dana Utama Pendoworejo Laksanakan Program Ketahanan Pangan dari Dana Desa 2025

Pendoworejo — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Binangun Dana Utama Kalurahan Pendoworejo melaksanakan program ketahanan pangan yang bersumber dari anggaran Dana Penyertaan Modal BUMDes sebesar Rp242.781.000 dari pagu Dana Desa Kalurahan Pendoworejo Tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes Binangun Dana Utama meliputi dua bidang utama, yaitu bidang pertanian dan bidang peternakan. Pada bidang pertanian, kegiatan meliputi penanaman kacang tanah, penanaman jagung, dan penanaman kacang benguk. Sementara pada bidang peternakan difokuskan pada kegiatan penggemukan sapi.

Seluruh program tersebut telah melalui proses pemetaan potensi dan penentuan skala prioritas yang dibahas dan disepakati melalui Musyawarah Kalurahan Pendoworejo, sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal 



Pada tahun pertama pelaksanaan, kegiatan yang telah direalisasikan adalah penanaman kacang tanah dengan anggaran sebesar Rp46.699.000. Proses penanaman dimulai pada Oktober 2025 dan memasuki masa panen pada Januari 2026. Kegiatan pertanian ini dilaksanakan di lahan tadah hujan seluas 6.000 meter persegi, sehingga waktu tanam menyesuaikan dengan musim hujan. Dari kegiatan tersebut, diperkirakan hasil panen mencapai sekitar 6 ton kacang tanah, dan saat ini masih dalam proses panen.

Sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap program ketahanan pangan, pada Rabu, 28 Januari 2026, dilaksanakan monitoring panen perdana kacang tanah yang dihadiri oleh Panewu dan Tim Kapanewon Girimulyo, Pemerintah Kalurahan Pendoworejo, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, pengelola BUMDes Binangun Dana Utama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Bamuskal.

Lurah Pendoworejo dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa.

“Program ketahanan pangan melalui BUMDes ini merupakan wujud pemanfaatan Dana Desa yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan BUMDes dan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Pendoworejo,” ujar Lurah Pendoworejo.

Sementara itu, Panewu Girimulyo memberikan apresiasi atas inisiatif dan sinergi yang terbangun dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami mengapresiasi Kalurahan Pendoworejo dan BUMDes Binangun Dana Utama yang telah menjalankan program ketahanan pangan berdasarkan hasil musyawarah dan potensi lokal. Kegiatan ini dapat menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Panewu Girimulyo saat monitoring panen perdana.

Melalui pelaksanaan program ketahanan pangan ini, diharapkan BUMDes Binangun Dana Utama Pendoworejo dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan lokal serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalurahan Pendoworejo. (endro)

Selasa, 20 Januari 2026

Ide gila : Ternak B2 Membuahkan Hasil Gemilang!

 

Kalibawang, [20/01/2026] - Kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta, telah membuahkan hasil yang gemilang. Dengan modal awal sebesar Rp 200 juta, kegiatan ternak babi yang dilaksanakan oleh Bumdesa Kalurahan Banjarasri telah menghasilkan pendapatan yang signifikan.

Manajer Ketapang, sdr. Dani, mengatakan bahwa selama 5 bulan, kegiatan ternak babi telah panen dan menjual 40 ekor babi dengan harga Rp 120.000.000,-. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk pembelian genjik lagi dan disetor ke Bumdesa sebesar Rp 50.000.000,-.

"Puji Tuhan, kegiatan ternak babi ini telah membuahkan hasil yang sangat baik," kata sdr. Dani. "Dalam waktu 4 kali panen, modal awal kami akan kembali. Ini adalah bukti bahwa kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjarasri dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan perekonomian desa."


Saat ini, masih ada 7 ekor babi yang sudah mencapai berat @ 50 kg dan siap untuk dipanen setelah berat minimal 1 kuintal. Selain itu, masih ada 27 ekor genjik yang sedang dalam proses pertumbuhan dan ditargetkan untuk dipanen pada bulan April - Mei 2026.

Kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjaasri ini merupakan salah satu contoh keberhasilan program Ketahanan Pangan di Kulon Progo. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Rabu, 07 Januari 2026

Program Ketapang Kalurahan Garongan Hadirkan Pasar Lelang Cabe, Petani Mudah Jual Produksi Cabe!

Panjatan, [7 Januari 2026] - Bumdesa Binangun Barokah Kalurahan Garongan, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta, hari ini meluncurkan pasar lelang cabe yang bertujuan untuk menampung hasil panen petani cabai di Kalurahan Garongan. Pasar lelang ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani cabai dan meningkatkan perekonomian desa.

Menurut Manager Ketapang, Mbak Isna, pasar lelang cabe ini merupakan inisiatif untuk membantu petani cabai Garongan dalam menjual hasil panen mereka dengan harga yang lebih baik. "Kami ingin membantu petani cabai Garongan untuk mendapatkan harga yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka," kata Mbak Isna.


Pada hari pertama, pasar lelang cabe ini menampung 103 kg cabe Ori dengan harga penawaran Rp 30.206,- per kg. Selain itu, juga terdapat 23 kg cabe merah keriting dengan harga penawaran Rp 16.500,- per kg.

"Pasar lelang cabe ini sangat membantu kami, petani cabai," kata salah satu petani cabai, Pak Agus. "Kami dapat menjual hasil panen kami dengan harga yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan kami."

Bumdesa Binangun Barokah Kalurahan Garongan berharap pasar lelang cabe ini dapat terus berkembang dan membantu meningkatkan perekonomian desa. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas pasar lelang cabe ini agar dapat membantu petani cabai Garongan," kata Mbak Isna, seraya berharap lelang selalu diminati konsumen. (tons)

TPP Pengasih Tingkatkan Kapasitas Pendamping Desa melalui OJT Pengisian Aplikasi Monitoring dan Evaluasi Dana Desa

  Kulon Progo, 23 Juli 2026 – Upaya memperkuat kualitas pendampingan tata kelola pemerintahan desa terus dilakukan oleh Tenaga Pendamping P...