Senin, 19 Oktober 2026

RAKOR TAPM SE DIY UNTUK PERKUAT SOLIDITAS PENDAMPING

 Telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor TAPM se-DIY hari ke-2) pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di Lembah Desa Pulutan, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diikuti oleh Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) dari kabupaten/kota se-DIY sebagai bagian dari rangkaian koordinasi, evaluasi, konsolidasi, serta penyelesaian tugas pendampingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.


Rakor dipimpin dan diarahkan oleh Koordinator Provinsi (Korprov) DIY, Murtodo, S.H., M.Pd. Dalam arahannya disampaikan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian seluruh TAPM. Pertama, terkait penyelesaian penyusunan Laporan Kelembagaan Triwulan III, Korprov menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh TAPM karena secara umum proses penyusunan laporan telah dilaksanakan oleh seluruh kabupaten/kota. Selanjutnya, laporan dari masing-masing kabupaten agar segera diselesaikan dan dikirimkan kepada Korprov DIY paling lambat tanggal 5 Oktober 2026, sehingga dapat dilakukan kompilasi, pemeriksaan, dan penyempurnaan laporan secara berjenjang.


Kedua, disampaikan informasi mengenai progres pelaksanaan penugasan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT). Secara umum, TPP se-DIY telah memberikan respons yang baik terhadap berbagai penugasan yang diberikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung sehingga target penugasan dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Namun demikian, seluruh TAPM tetap didorong untuk menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di lapangan.


Ketiga, Korprov menekankan pentingnya melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan tugas, terutama dengan mengidentifikasi serta mengisi berbagai celah dan kekurangan yang masih ditemukan dalam proses pendampingan. Setiap personel diharapkan mampu melakukan refleksi terhadap hasil kerja, memperbaiki kekurangan, meningkatkan kapasitas, serta menunjukkan kinerja yang semakin baik. Upaya tersebut penting sebagai bagian dari menjaga kualitas pendampingan sekaligus membuka peluang keberlanjutan penugasan pada masa mendatang.


Keempat, apabila kondisi memungkinkan, pada akhir tahun direncanakan pelaksanaan Jambore TPP se-DIY. Agenda tersebut diarahkan sebagai sarana konsolidasi seluruh TPP pada berbagai tingkatan, memperkuat koordinasi dan kebersamaan, sekaligus menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas pendampingan serta kapasitas dan kemampuan diri masing-masing anggota TPP.


Setelah penyampaian arahan dan informasi, kegiatan dilanjutkan dengan finishing penyusunan laporan, termasuk melakukan pemeriksaan kembali kelengkapan, kesesuaian, dan kualitas data maupun substansi laporan. Seluruh peserta berkomitmen menyelesaikan laporan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dan penugasan pendampingan.


Statement

"Soliditas TPP perlu dilakukan untuk memperkuat kekompakan tim" kata Korprov DIY, Murtodo SH, M.Pd. ( Maston)


Pembukaan TMMD Sengkuyung di Jatimulyo Giirimulyo oleh Bupati Kulon Progo


GIRIMULYO, KULON PROGO – Bupati Kulon Progo, Dr. Agung Setiawan, M.T., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 yang dilaksanakan di Padukuhan Jonggrangan, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan.


Upacara pembukaan dihadiri oleh unsur TNI, di antaranya Dandim 0731/Kulon Progo, unsur DanDim POM, perwakilan Dinas PMK KPS DIY, jajaran perangkat daerah (OPD) terkait, Kapolres, Panewu, Lurah, serta jajaran pemerintah dan instansi terkait lainnya. Turut hadir Pendamping Lokal Desa (PLD), Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kulon Progo, dan tamu undangan.


Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan TMMD. Menurutnya, TMMD bukan semata-mata kegiatan pembangunan infrastruktur, melainkan juga sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui kerja bersama antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga.


Program TMMD ke-130 Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 Oktober hingga 17 November 2026. Sasaran fisik kegiatan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 360 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter pada dua lokasi, rehabilitasi musala, serta rehabilitasi gorong-gorong untuk mendukung kelancaran akses dan meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan masyarakat.


Selain pembangunan fisik, TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, bahaya narkoba, kebencanaan, serta berbagai materi lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan, keamanan, ketahanan sosial, serta lingkungan tempat tinggalnya.


Dukungan anggaran kegiatan bersumber dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp75.000.000 dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp182.250.000. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan wilayah perdesaan melalui kolaborasi lintas sektor.


Usai pelaksanaan upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi sasaran TMMD. Peninjauan sekaligus menjadi bagian dari dimulainya kegiatan secara simbolis oleh kepala dinas dan perwakilan OPD terkait. Melalui peninjauan ini, para pihak dapat melihat secara langsung kondisi lapangan dan sasaran pembangunan yang akan dilaksanakan.


Pelaksanaan TMMD di Kalurahan Jatimulyo diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, memperlancar mobilitas warga, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kalurahan. Lebih dari itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting agar hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Melalui TMMD ke-130 Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026, sinergi TNI, pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, pendamping desa, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, memperkokoh gotong royong, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.


Statement

"TMMD bukan sekedar membangun infrastruktur desa, tetapi sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur yakni gotong royong" tegas Bupati Kulon Progo. (Maston)




RAKOR TAPM SE DIY UNTUK PERKUAT SOLIDITAS PENDAMPING

 Telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor TAPM se-DIY hari ke-2) pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di Lembah Desa Pulutan, Wonosa...