Kamis, 29 Januari 2026

BUM Desa Tayuban Gelar Muskal Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025

Tayuban — Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tahun Buku 2025 pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Kantor Kalurahan Tayuban. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah kalurahan dan BUM Desa dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi kinerja pengelolaan usaha desa.

Muskal tersebut dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), Lurah Tayuban Abdurahman, Direktur BUM Desa Tayuban Efin Eka Surani, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Eratus Dana Susanta, Suheti dari Jawatan Kemakmuran Kapanewon Panjatan, Pendamping Desa Muhammad Alfian Ardi, Pendamping Lokal Desa (PLD) Nur Fidianto, perangkat kalurahan, pengawas BUM Desa, serta perwakilan tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Lurah Tayuban Abdurahman menegaskan bahwa pertanggungjawaban BUM Desa merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan kalurahan yang baik.

“Musyawarah pertanggungjawaban ini merupakan bentuk komitmen bersama agar BUM Desa dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami berharap BUM Desa Tayuban terus berinovasi dan mengembangkan unit usaha yang produktif serta berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur BUM Desa Tayuban, Efin Eka Surani, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan BUM Desa selama Tahun Buku 2025 yang mencakup aspek administrasi, keuangan, serta pelaksanaan program kerja.

“Secara umum kinerja BUM Desa Tayuban menunjukkan perkembangan yang positif. Namun, kami menyadari masih terdapat tantangan ke depan, terutama dalam penguatan manajemen dan perluasan unit usaha agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Eratus Dana Susanta, dalam arahannya menekankan pentingnya pengelolaan BUM Desa yang sesuai regulasi dan berorientasi pada potensi lokal.

“BUM Desa harus dikelola dengan tata kelola yang baik, didukung sumber daya manusia yang kompeten, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal. Dengan demikian, BUM Desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Pendamping Desa Muhammad Alfian Ardi dan PLD Nur Fidianto turut memberikan masukan teknis terkait penyempurnaan laporan administrasi serta strategi pengembangan usaha ke depan.

“Penguatan kualitas administrasi dan perencanaan usaha sangat penting agar BUM Desa semakin sehat dan berkelanjutan,” ungkap Muhammad Alfian Ardi.
“Kami juga mendorong BUM Desa Tayuban untuk memperkuat jejaring kerja sama serta memanfaatkan peluang usaha berbasis potensi lokal,” tambah Nur Fidianto.

Musyawarah Kalurahan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, serta penetapan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan BUM Desa Tayuban pada tahun berikutnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan BUM Desa semakin akuntabel, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung kemajuan Kalurahan Tayuban. (hendri)

BUMDes Binangun Dana Utama Pendoworejo Laksanakan Program Ketahanan Pangan dari Dana Desa 2025

Pendoworejo — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Binangun Dana Utama Kalurahan Pendoworejo melaksanakan program ketahanan pangan yang bersumber dari anggaran Dana Penyertaan Modal BUMDes sebesar Rp242.781.000 dari pagu Dana Desa Kalurahan Pendoworejo Tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes Binangun Dana Utama meliputi dua bidang utama, yaitu bidang pertanian dan bidang peternakan. Pada bidang pertanian, kegiatan meliputi penanaman kacang tanah, penanaman jagung, dan penanaman kacang benguk. Sementara pada bidang peternakan difokuskan pada kegiatan penggemukan sapi.

Seluruh program tersebut telah melalui proses pemetaan potensi dan penentuan skala prioritas yang dibahas dan disepakati melalui Musyawarah Kalurahan Pendoworejo, sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal 



Pada tahun pertama pelaksanaan, kegiatan yang telah direalisasikan adalah penanaman kacang tanah dengan anggaran sebesar Rp46.699.000. Proses penanaman dimulai pada Oktober 2025 dan memasuki masa panen pada Januari 2026. Kegiatan pertanian ini dilaksanakan di lahan tadah hujan seluas 6.000 meter persegi, sehingga waktu tanam menyesuaikan dengan musim hujan. Dari kegiatan tersebut, diperkirakan hasil panen mencapai sekitar 6 ton kacang tanah, dan saat ini masih dalam proses panen.

Sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap program ketahanan pangan, pada Rabu, 28 Januari 2026, dilaksanakan monitoring panen perdana kacang tanah yang dihadiri oleh Panewu dan Tim Kapanewon Girimulyo, Pemerintah Kalurahan Pendoworejo, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, pengelola BUMDes Binangun Dana Utama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Bamuskal.

Lurah Pendoworejo dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa.

“Program ketahanan pangan melalui BUMDes ini merupakan wujud pemanfaatan Dana Desa yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan BUMDes dan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Pendoworejo,” ujar Lurah Pendoworejo.

Sementara itu, Panewu Girimulyo memberikan apresiasi atas inisiatif dan sinergi yang terbangun dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami mengapresiasi Kalurahan Pendoworejo dan BUMDes Binangun Dana Utama yang telah menjalankan program ketahanan pangan berdasarkan hasil musyawarah dan potensi lokal. Kegiatan ini dapat menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Panewu Girimulyo saat monitoring panen perdana.

Melalui pelaksanaan program ketahanan pangan ini, diharapkan BUMDes Binangun Dana Utama Pendoworejo dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan lokal serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalurahan Pendoworejo. (endro)

Selasa, 20 Januari 2026

Ide gila : Ternak B2 Membuahkan Hasil Gemilang!

 

Kalibawang, [20/01/2026] - Kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta, telah membuahkan hasil yang gemilang. Dengan modal awal sebesar Rp 200 juta, kegiatan ternak babi yang dilaksanakan oleh Bumdesa Kalurahan Banjarasri telah menghasilkan pendapatan yang signifikan.

Manajer Ketapang, sdr. Dani, mengatakan bahwa selama 5 bulan, kegiatan ternak babi telah panen dan menjual 40 ekor babi dengan harga Rp 120.000.000,-. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk pembelian genjik lagi dan disetor ke Bumdesa sebesar Rp 50.000.000,-.

"Puji Tuhan, kegiatan ternak babi ini telah membuahkan hasil yang sangat baik," kata sdr. Dani. "Dalam waktu 4 kali panen, modal awal kami akan kembali. Ini adalah bukti bahwa kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjarasri dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan perekonomian desa."


Saat ini, masih ada 7 ekor babi yang sudah mencapai berat @ 50 kg dan siap untuk dipanen setelah berat minimal 1 kuintal. Selain itu, masih ada 27 ekor genjik yang sedang dalam proses pertumbuhan dan ditargetkan untuk dipanen pada bulan April - Mei 2026.

Kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjaasri ini merupakan salah satu contoh keberhasilan program Ketahanan Pangan di Kulon Progo. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Rabu, 07 Januari 2026

Program Ketapang Kalurahan Garongan Hadirkan Pasar Lelang Cabe, Petani Mudah Jual Produksi Cabe!

Panjatan, [7 Januari 2026] - Bumdesa Binangun Barokah Kalurahan Garongan, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta, hari ini meluncurkan pasar lelang cabe yang bertujuan untuk menampung hasil panen petani cabai di Kalurahan Garongan. Pasar lelang ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani cabai dan meningkatkan perekonomian desa.

Menurut Manager Ketapang, Mbak Isna, pasar lelang cabe ini merupakan inisiatif untuk membantu petani cabai Garongan dalam menjual hasil panen mereka dengan harga yang lebih baik. "Kami ingin membantu petani cabai Garongan untuk mendapatkan harga yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka," kata Mbak Isna.


Pada hari pertama, pasar lelang cabe ini menampung 103 kg cabe Ori dengan harga penawaran Rp 30.206,- per kg. Selain itu, juga terdapat 23 kg cabe merah keriting dengan harga penawaran Rp 16.500,- per kg.

"Pasar lelang cabe ini sangat membantu kami, petani cabai," kata salah satu petani cabai, Pak Agus. "Kami dapat menjual hasil panen kami dengan harga yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan kami."

Bumdesa Binangun Barokah Kalurahan Garongan berharap pasar lelang cabe ini dapat terus berkembang dan membantu meningkatkan perekonomian desa. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas pasar lelang cabe ini agar dapat membantu petani cabai Garongan," kata Mbak Isna, seraya berharap lelang selalu diminati konsumen. (tons)

Transparansi Terjaga, Musyawarah Pertanggungjawaban APBKal 2025 Kalurahan Jatimulyo Sepakati Perkal dan Evaluasi Kinerja BUMDes

Girimulyo - Musyawarah Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBKal Tahun Anggaran 2025 Kalurahan Jatimulyo , Kapanewon Girimulyo , yang dige...