Jumat, 31 Oktober 2025

Harga Telur Naik, BUM Desa Demangrejo Panen Keuntungan: Siap Jadi Sentra Penghasil Telur di Kulon Progo

 Kulon Progo – Fluktuasi harga hasil pertanian dan peternakan sering kali menjadi momok bagi para petani maupun peternak. Tidak jarang, ketidakpastian harga membuat mereka merugi hingga gulung tikar. Namun, kondisi berbeda dirasakan oleh para peternak ayam petelur di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo. Saat ini, harga telur yang relatif tinggi justru membawa senyum lebar bagi mereka.

Salah satu pihak yang merasakan dampak positif kenaikan harga telur adalah BUM Desa Demangrejo. Unit usaha ayam petelur yang mereka kelola kini semakin berkembang berkat surplus keuntungan yang signifikan. Diharapkan, stabilitas harga telur ini dapat terus dijaga agar para peternak tetap menikmati hasil jerih payahnya.


Modal awal usaha ayam petelur ini berasal dari alokasi 20 persen Dana Desa tahun 2025, dengan total sebesar Rp250 juta. Menariknya, BUM Desa tidak menggunakan sebagian besar modal tersebut untuk membangun kandang baru. Sebagai gantinya, mereka menyewa kandang yang sudah ada, sehingga dana bisa difokuskan untuk modal kerja dan pembelian bibit ayam.

Dengan strategi tersebut, pada tahap awal BUM Desa langsung membeli 1.650 ekor ayam petelur berusia 15 minggu yang siap bertelur dalam waktu sekitar tiga minggu.

Pendamping Desa, Katmilah, S.Pt, memberikan arahan penting dalam menentukan langkah efisien ini. “Kami dianjurkan oleh Pendamping Desa agar tidak membangun kandang sendiri dan terbukti cara itu benar,” ujar Dwi Haryanti, Manajer Usaha Ketahanan Pangan BUM Desa Demangrejo.

Menurut analisis bersama direktur, manajer, dan pendamping, jika modal digunakan untuk membangun kandang baru, jumlah ayam yang dapat diternakkan hanya sekitar seribu ekor. Namun dengan sistem sewa, kapasitas ternak bisa ditingkatkan secara signifikan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur BUM Desa Demangrejo, Aluwi. “Dengan strategi ini, kami bisa meraup keuntungan tinggi karena jumlah ayam yang kami pelihara jauh lebih banyak,” jelasnya.

Sejak Agustus, dari keuntungan yang terkumpul, BUM Desa kembali mengalokasikan dana untuk menambah 500 ekor ayam. Kini, total ayam yang dipelihara mencapai 2.150 ekor, dengan tingkat produktivitas mencapai 80 persen. Artinya, setiap hari BUM Desa mampu menghasilkan sekitar 1.600–1.650 butir telur, atau setara 100–103 kilogram telur per hari.

“Telur-telur itu langsung diambil oleh pedagang dan pemesan yang datang ke kandang, jadi kami tidak perlu repot menjual ke pasar,” tambah Aluwi dengan semangat.

Melihat prospek yang menjanjikan, Aluwi memproyeksikan untuk menambah jumlah ayam di awal tahun 2026 mendatang. “Jika alokasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan masih ada tahun depan, kami akan rencanakan pengembangan lebih lanjut. Target kami, Demangrejo bisa menjadi desa sentra penghasil telur,” ungkapnya.

Keberhasilan BUM Desa Demangrejo kini menarik perhatian banyak pihak. Beberapa kalurahan dari wilayah sekitar bahkan dari luar Kulon Progo, termasuk dari Jawa Tengah, telah melakukan studi banding untuk belajar langsung dari pengalaman mereka.

Dengan semangat berbagi dan pengelolaan yang transparan, BUM Desa Demangrejo terus berupaya menjalankan amanah sesuai tujuan pendiriannya: mensejahterakan masyarakat desa. (ktml)

Pelaksanaan Program Ternak Bebek Petelur di Kalurahan Kalirejo Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

 

Kulon Progo – Pemerintah Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, melaksanakan kegiatan ternak bebek petelur sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dikelola oleh BUMDes Kalirejo “Sejahtera Abadi” dengan total anggaran sebesar Rp259.000.000.

Program peternakan bebek petelur ini dikelola langsung oleh Manajer Ketapang, Muhamad Irfan, dan saat ini telah memasuki tahap pertama dengan jumlah 700 ekor bebek dari total 1.000 ekor yang direncanakan. Berdasarkan hasil pemantauan, produktivitas awal sudah menunjukkan hasil yang positif pada bulan pertama dengan tingkat produksi telur mencapai 35% per hari di harapkan pada bulan ke 3 Pada bulan November 2025 produksi telur akan mencapai 70-80%. Telur-telur tersebut dipasarkan dengan harga jual Rp2.000 per butir, memberikan potensi peningkatan pendapatan bagi BUMDes dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini mendapatkan monitoring dan pendampingan dari Tim Kapanewon Kokap, serta Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Kapanewon Kokap, Muhamad Zamroni dan Rahmat Sujati. Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan prinsip akuntabilitas penggunaan Dana Desa.


Menurut Muhamad Irfan, selaku pengelola, program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, namun juga bertujuan membuka lapangan kerja baru serta menjadi contoh pengembangan usaha produktif desa berbasis potensi lokal.

“Kami berharap melalui usaha ternak bebek petelur ini, BUMDes Kalirejo dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Saat ini kami sedang mempersiapkan tahap kedua, yakni pembangunan kandang tambahan serta penambahan 300 ekor bebek, sehingga total populasi mencapai 1.000 ekor,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Monitoring Kapanewon Kokap memberikan apresiasi terhadap inisiatif Kalurahan Kalirejo yang dinilai mampu mengelola dana desa dengan tepat sasaran dan produktif. Program seperti ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa serta menjadi model pengembangan usaha BUMDes di wilayah Kulon Progo.

Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, BUMDes “Sejahtera Abadi” Kalirejo diharapkan mampu menjadikan sektor peternakan bebek petelur sebagai sumber pendapatan berkelanjutan dan berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Kalurahan Kalirejo.

Pelaksanaan Kegiatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Banjaroyo Mulai Jalan, Dukungan Monitoring Maksimal

Kulon Progo, 25 Oktober 2025 – Pemerintah Kalurahan Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, melaksanakan kegiatan ketahanan pangan yang berfokus pada pengembangan usaha peternakan ayam petelur. Kegiatan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Banjaroyo dan telah mendapatkan anggaran sebesar Rp. 301.450.400.

Hingga saat ini, proses pembangunan kandang dan fasilitas pendukung untuk ternak ayam petelur tengah berlangsung sesuai dengan rencana. Kegiatan ini direncanakan untuk memelihara sebanyak 1.000 ekor ayam, yang diharapkan dapat meningkatkan produksi telur lokal dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah setempat. Pihak desa bersama tim pendamping desa dan Penewu Kalibawang secara aktif melakukan kegiatan monitoring untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Dengan pengelolaan oleh Bumdes dan jumlah ternak yang cukup besar, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, serta menjadi model kegiatan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dukungan dan pengawasan yang ketat diharapkan mampu memastikan keberhasilan program ini dan kebermanfaatan jangka panjang bagi warga Kalurahan Banjaroyo.

Kamis, 30 Oktober 2025

Panen Perdana Program Ketahanan Pangan Kalurahan Karangwuni, Wates, Kulon Progo

 Kulon Progo, 31 Oktober 2025 – Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, melaksanakan kegiatan panen perdana cabai sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 yang didanai melalui Dana Desa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kalurahan dalam memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Panen perdana tersebut dilaksanakan di lahan pertanian milik kalurahan dan dihadiri langsung oleh Lurah Karangwuni, perangkat kalurahan, pengurus BUMDes, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kebersamaan lintas sektor ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, lembaga desa, dan aparat keamanan dalam mendukung program pembangunan di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Lurah Karangwuni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pengelolaan lahan dan perawatan tanaman cabai hingga mencapai masa panen.

“Program ini bukan hanya untuk menghasilkan produk pertanian, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian pangan di kalangan warga,” ujar beliau.

Program ketahanan pangan ini dikelola oleh BUMDes Karangwuni bersama kelompok tani setempat, dengan tujuan meningkatkan ketahanan ekonomi desa melalui sektor pertanian. Hasil panen cabai nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal serta sebagian dijual untuk menambah pendapatan desa.

Sementara itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut memberikan dukungan dalam aspek keamanan dan motivasi bagi masyarakat agar terus mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya. Keduanya berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan tidur sebagai sumber produksi pangan.

Dengan panen perdana ini, Kalurahan Karangwuni membuktikan bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, pemerintah kalurahan berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di bidang ketahanan pangan, guna mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera. (wsk)

Program Ketapang Kalurahan Garongan Hadirkan Pasar Lelang Cabe, Petani Mudah Jual Produksi Cabe!

Panjatan, [7 Januari 2026] - Bumdesa Binangun Barokah Kalurahan Garongan, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta, hari ini meluncurkan pasar lela...